Pribadi Berdzikir Membangun Kampung Indonesia Bersama Ust. KH. Arifin Ilham

Posted on Posted in Jogokariyan Darussalam

Setelah tanggal 31 Januari 2016 Masjid Jogokariyan menyelenggarakan Pembukaan Agenda Setengah Abad Masjid Jogokariyan, kemudian disusul dengan dua agenda yakni Ngaji Subuh bersama Syaikh Ahmad Al-Misyri dan Penggajian Kewirausahaan bersama oleh Ust. Valentino Dinsi selaku Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia. Alhamdulillahirabbil ‘alamin, hari ini Ahad, 14 Februari 2016 Masjid Jogokariyan Yogyakarta menyelenggarakan Tabligh Akbar dan Dzikir bersama Ust. KH. Arifin Ilham. Acara yang dimulai pada pukul 08.00 ini, diselenggarakan dalam rangka untuk menyemarakkan serangkaian agenda Setengah Abad Masjid Jogokariyan.

Dalam sambutan ketua panitia ust Salim A. Fillah berharap momentum setengah abad masjid Jogokariyan ini “Kaum muslimin yang menjadi lebih berkualitas”. Sehingga mulai dari Kepala Desa Camat, Bupati, Gubernur bahkan Presiden akan diisi oleh pemimpin yang berkualitas yang dilahirkan dari masjid. Selain itu, ketua Takmir Masjid Jogokariyan mengatakan, “Momentum setengah abad ini menjadi titik tolak untuk bersyukur, bersabar dan meningkatkan semangat untuk bekerja dalam dakwah.”

Adapun dalam ceramah Ust. KH. Arifin Ilham, beliau menyampaikan bahwa tugas manusia itu ada 3; luruskan niat, beribadah dan berkhitmat. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa ‘waktu’ itu sangat singkat, sehingga kita sesungguhnya tidak ada waktu untuk berleha-leha. Itulah yang membuat seorang yang beriman selalu menjaga agar waktunya dipenuhi hal-hal yang bermanfaat dan jangan membuang waktu dengan bermaksiat.

Tabligh Akbar yang dihadiri kurang lebih 2000-an jama’ah ini, menurut Ust Jazir ASP selaku penasihat Takmir Masjid Jogokariyan kegiatan ini merupakan momentum yang sangat baik dalam memperingati setengah abad Masjid Jogokariyan, untuk membangun umat menjadi umat yang qur’ani. Hal ini ditandai dengan dimulainya Masjid Jogokariyan merintis rumah tahfidz untuk menciptakan kader-kader imam. Selain itu kegiatan ini juga merupakan salah satu terobosan penguatan ruhani jama’ah termasuk dzikir. Bahkan, Masjid Jogokariyan memiliki cita-cita yang tinggi yaitu agar kelak generasi selanjutnya dapat menghasilkan imam Masjidil Haram sebagaimana dulu Ulama Indonesia juga banyak menjadi Imam di tanah suci. Sebut saja Syekh Akhmad Khatib Al Minangkabawi, atau Arsyad al Banjari sebagai contohnya.

Acara ini diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan berupa lukisan kaligrafi karya Ust Makhroji Khudzori yang diserahkan oleh ketua takmir Masjid Jogokariyan, Ust. Muhammad Fanni Rahman.

IMG_4859

IMG_4748 (Custom)

Silahkan berkomentar tentang artikel kami.