Pak Becak dan BLTnya

Alkisah, di masjid kami, ada seorang tukang becak yang tiap pagi menumpang mandi. Sesungguhnya jika kita sekedar melihat dengan sisi efisiensi, Pak becak ini adalah titik kebocoran anggaran. Air masjid berkurang secara rutin melalui aktivitas mandi bapak ini.

Beruntung bagi kami, para takmir di masjid ini banyak mencontohkan mindset yang “beda.” Mindset yang memperbaiki yang telah ada. Dalam paket materi manajemen masjid yang disusun takmir kami, ada 4 prinsip manajemen masjid, salah satunya ialah Pelayanan.

Maka, prinsip ini mengubah persepsi akan pak Becak tadi. Yang mungkin dianggap beban, kini menjadi stakeholder yang berhak atas pelayanan. Dari perspektif yang ingin menjauhkan menjadi mendekatkan. Maksudnya, daripada menyuruh bapak tadi untuk berhenti mandi di masjid, bukankah lebih pas jika bapak tadi pelan-pelan diarahkan agar selain “meramaikan” kamar mandi masjid, meramaikan salat jamaah juga?

Read morePak Becak dan BLTnya