Tasyakuran 50 Tahun Masjid Jogokariyan dan Penghargaan Masjid Besar Percontohan Idarah Nasional 2016 Oleh Kemenag RI

Posted on Posted in Jogokariyan Darussalam

Setelah beberapa rangkaian kegiatan Setengah Abad Masjid Jogokariyan yang diadakan sejak bulan Januari 2016 hingga pertengahan Desember 2016, Masjid Jogokariyan pada tanggal 14 Januari 2017 mengadakan tasyakuran mengundang 1000 Jamah Masjid Jogokariyan dengan 58 tumpeng, ingkung dan pembagian paket sembako untuk 340 kepala keluarga. Selain sebagai rangkaian acara setengah abad masjid jogokariyan, acara ini juga dalam rangka tasyakuran penghargaan masjid besar percontohan idarah nasional 2016 oleh Kemenag RI.

Tasyakuran dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sambutan dari ketua Takmir H.M.Fanni Rahman,S.IP dan Kapolda DIY Brigjend Pol Ahmad Dofiri. Ditampilkan juga pentas seni dari Himpunan Anak-anak Masjid Jogokariyan (HAMAS), pengurus HAMAS dan Remaja Masjid Jogokariyan. Hikmah tasyakuran disampaikan oleh KH.M.Jazir ASP

Sedangkan KH.M.Jazir ASP dalam ceramahnya mengingatkan jamaah akan betapa luasnya Wilayah Kesatuan Republik Indonesia yang perlu kita jaga dengan persatuan. Beliau mengingatkan ayat al quran pada surat al hujurat dan ar-ruum, bahwa Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Bahkan Allah menyebutkan bahwa perbedaan bahasa dan warna kulit di antara manusia adalah tanda kebesaran-Nya. Oleh sebab itu kita tidak boleh menghapuskan identitas kita. Yang indah justru adalah dengan tetap bersaudara meskipun berbeda budaya, suku, bangsa dan bahasa. Beliau juga mengingatkan sebuah nasihat ulama:

“Tidak ada islam tanpa kekuatan, tidak ada kekuatan tanpa persatuan, tidak ada persatuan tanpa keagungan akhlaq para pemimpin, dan tidak ada keagungan akhlaq tanpa tauhid.”

Hal ini beliau sambung dengan penjelasan tentang Pancasila, yang mana urutannya menunjukkan kedalaman pikir para ulama dan pemimpin bangsa saat itu. Diawali dengan tauhid (ketuhanan yang maha esa), yang menumbuhkan keadilan dan keberadaban, dengan keberadaban terpeliharalah persatuan, dan diselenggarakan kepemimpinan yang bermusyawarah agar terwujud keadilan sosial bagi rakyat Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan makan 58 tumpeng dan Ingkung ayam bersama warga Jogokariyan, sembari melihat penampilan seni dari anak-anak dan remaja serta bapak-ibu jamaah masjid. Alhamdulillah warga antusias menghadiri acara ini, terlihat dari kehadiran yang tetap memenuhi masjid dan halaman meskipun hujan deras. Pada akhir acara diadakan pembagian sembako untuk 340 keluarga, dan acara ditutup.

Silahkan berkomentar tentang artikel kami.