Izzatul Islam ke Jogokariyan

Izzatul Islam Silaturahim Ke Jogokariyan

“ Dimana dicari pemuda Kahfi, terasing demi kebenaran hakiki, dimana jiwa pasukan badar berani, menoreh nama mulia perkasa abadi… “

(Generasi Harapan_Izzis)

Syair tersebut membuka konser pagi itu, tanggal 17 Agustus, kira-kira pukul 9. Saat itu Masjid Jogokariyan dikobarkan oleh syair-syair penuh semangat dari nasyid Izzatul Islam yang didatangkan ke Jogokariyan dalam rangka acara konser kemerdekaan. Ratusan umat Muslim datang silih berganti membanjiri plaza masjid Jogokariyan untuk menikmati konser dan tausiyah bersama Ust. Fauzil Adhim. Nasyid yang digawangi oleh 7 personil, yakni Wahyudin, Soni, Muji, Novi, Rahmad, Agus, dan Afwan ini menyanyikan 10 lagu selama kurang lebih 2 jam. Penonton pun ikut bernyanyi dan bertakbir bersama mereka. Sehingga suasana menjadi semakin bersemangat dengan syair-syair perjuangan yang mereka lantunkan.

Acara semakin meriah saat sesi pembagian dooprize, ikhwan,akhwat, bahkan anak kecil ikut serta dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh nasyid asal Jakarta yang berdiri tanggal 8 Desember 1994 ini.

Sela-sela waktu istirahat mereka, tim  BULIF mencuri waktu untuk mewawancarainya. Kesan mereka sangat senang bisa hadir di Masjid Jogokariyan. “Subhanallah sekali saya bisa hadir di masjid Jogokariyan ini… “ ungkap pak Wahyudin, salah satu personil Izzis.

Walaupun dulu pada tahun 2003 pernah mampir ke masjid Jogokariyan, namun saat ini mereka merasa lebih senang karena mereka merasakan progress yang luar biasa dari masjid ini. Diantaranya progress dalam perkembangan Islam, jamaah,masjidnya, termasuk pemudanya yang lumayan banyak. “ Pokoknya masjid Jogokariyan inspiring banget buat jadi percontohan masjid lain. Jadi pengen membuat masjid yang seperti ini.. “ tutur personil lainnya.

Ada pula personil yang ingin bisa puasa di Jogokariyan, “ Karena keliatannya suasanany sangat asyik, membuat kangen. Di Jakarta nggak ada yang kayak gini, semoga Jakarta bisa meniru. “

Mereka berharap, masjid Jogokariyan bisa melayani masyarakat yang ada di Jogokariyan dan kampung-kampung yang lain dan juga bisa memotivasi kampung lain untuk lebih berkarya tidak hanya wilayahnya sendiri, tapi juga untuk wilayah Indonesia. Selain itu, mereka memberi saran, bagusnya kalau Remaja Masjid Jogokariyan memberi pelatian kepada remaja masjid lain sekitar sini, jadi Kampoeng Ramadhan ini nggak hanya di Jogokariyan tapi di masjid lain.

Pak Afwan juga berharap, “Masjid ini bisa memperdayakan ekonomi masyarakat, da’wahnya akan lebih kena, karena da’wah itu nggak hanya lewat pikiran, tapi lewat perut juga, dengan ekonomi berkembang, insya Alloh da’wah lebih maju. “

Nasyid yang hampir berumur 17 tahun dan sudah menelorkan 13 album ini memberi kiat-kiat dalam menjaga persaudaraan mereka. Kiat tersebut diantaranya masing-masing harus sadar posisi kita di tim untuk apa, sehingga motivasinya harus kuat. Selain itu, saling menghargai, empati, menjaga sikap kita masing-masing, menepati komitmen yang sudah disepakati, dan kita harus sering berkumpul, untuk merecharge semangat lagi.

Nah, bertepatan dengan hari kemerdekaan, pak Novi mengutarakan pendapatnya tentang hakikat kemerdekaan yang beliau cuplik dari buku Maalim fi Ath Thariq. “ Hakikat kemerdekaan ialah terbebasnya ikatan manusia terhadap manusia, dan kembali kepada ikatan manusia pada Alloh,yakni kembalinya penghambaan manusia kepada Alloh, jadi kalaupun kita merdeka 66 th, tapi masih musyrik, masih banyak yang belum beribadah atau tidak bisa beribadah, mungkin hatinya tidak terikat, terpenjara kepada Alloh, tidak mendapat kemenangan dan kebahagiaan, pada dasarnya mereka itu terjajah, walaupn statusnya itu presiden atau raja, tapi kalaupun badannya terpenjara tapi  hatinya langsung terikat pada Alloh, maka pada hakikatnya mereka merdeka. “

Luar biasa ! Sekitar pukul 11.45 konser berakhir, ditutup dengan lagu “ Hai Mujahid Muda”. Lagu tersebut membuat semangat para pemuda yang datang menjadi semakin berkobar untuk terus berjuang dalam berda’wah dan menegakkan Dienul Islam. Semoga kemerdekaan umat Islam dari penjajahan orang kafir segera berakhir. Allahu Akbar !

Leave a Comment