Takbir Keliling Anak-anak HAMAS Jogokariyan 1433H — Masjid Jogokariyan

Takbir Keliling Anak-anak HAMAS Jogokariyan 1433H

Takbir, tahmid, dan tahlil berderu dari bibir-bibir mungil generasi penerus Islam dari Kampung Jogokariyan ini. Sekitar 150-an anak-anak . 25 Oktober 2012, malam menjelang Hari Raya Qurban tahun 1433 H. Sebut saja HAMAS (Himpunan Anak-anak Masjid) Jogokariyan. Dengan motto “HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID”. Wajah penuh harapan ini bukan sekedar melantunkan takbir, tahlil, dan tahmid sahaja. Karena melangsungkan takbir keliling untuk berdakwah juga bukan? Ya, sebut saja mereka da’i-da’i muda..

“PEKIKKAN TAKBIR ALLAHU AKBAR

“ISLAM BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN”

“TAKBIR LEBIH UTAMA DARI SEKEDAR CARI JUARA”

“AYO NGAJI bukan NONTON TIVI”

“ISLAM bukan TERORIS”

“SAUDARIKU, JILBABNYA TOLONG DIPAKAI YA..”

“KAMI DATANG untuk BERTAKBIR bukan PERTUNJUKKAN DISPLAY MARCHING BAND”

“WALAU HUJAN DAN BADAI MENGHADANG KAMI TETAP MEMBELA ISLAM

“PERJUANGAN KAN TERASA BERAT TANPA KEHADIRANMU, SAHABAT”

dan masih banyak lagi. Ya karena dakwah tidak harus bil lisan, bukan? Anak-anak HAMAS bersama kakak-kakaknya ini berusaha berdakwah juga kok..

Tidak cukup sampai disitu juga ┬ámereka juga memperlihatkan bahwa dunia Islam disana masih banyak yang terjajah. Takbir keliling bukan sekedar berhura-hura saja. Tapi sarana dakwah sekaligus penghambaan kita kepada Dzat yang Maha Agung. Kali ini mereka memperlihatkan bahwa negeri-negeri Islam juga butuh do’a kita. Seperti negeri Palestina Suriah, dan lain sebagainya. Islam itu satu, satu bagian sakit maka bagian yang lain pun pasti ikut merasakan sakit.

Ya Alhamdulillah Walaupun hasilnya kami mendapat juara III di Kecamatan Manterijeron, namun itu bukan tujuan kami. Ya, sekali lagi surga tujuan kami “Hidup Mulia Atau Mati Syahid”

Leave a Comment