Profile Singkat Masjid Jogokariyan

hitam

Berawal dari sebuah langgar kecil di Kampung Pinggiran Selatan Yogyakarta, Masjid Jogokariyan terus berusaha membangun Ummat dan Mensejahterakan Masyarakat.  Logo Masjid Jogokariyan terdiri dari tiga bahasa. Arab, Indonesia, dan Jawa. Ini adalah wujud dari semangat kami, untuk menjadi Muslim yang salih seutuhnya tanpa kehilangan akar budaya. 

Asal Nama Masjid

Sejak masjid dibangun, sudah banyak usulan “Nama” terhadap masjid yang tengah dalam proses pembangunan yang dimulai pada tanggal 20 September 1966 di kampung Jogokariyan ini. Bahkan hingga hari ini masih selalu saja ada orang yang mempertanyakan tentang nama Masjid yang terletak di tengah-tengah kampung ini. Tetapi para Pendiri dan Perintis Dakwah di Jogokariyan telah sepakat memberi nama Masjid ini dengan nama “Masjid Jogokariyan”.

Dengan alasan:

  1. Berdasarkan Sunnah Rasulullah SAW, ketika memberi nama masjid yang pertama beliau dirikan di kampung Kuba Madina di beri nama juga “Masjid KUBA” demikian pula dengan masjid yang dibangun di kampung “Bani Salamah” juga dikenal sebagai Masjid “Bani Salamah”, hanya karena ada peristiwa peralihan arah kiblat, maka masjid tersebut kini lebih dikenal sebagai “Masjid Kiblatain”
  2. Masjid diharapkan memiliki wilayah yang jelas, dengan nama masjid “Jogokariyan” seperti nama kampungnya, maka otomatis masjid telah memiliki wilayah teritorial dakwahnya.
  3. Masjid diharapkan mampu menjadi perekat dan pemersatu masyarakat Jogokariyan yang sebelumnya terkotak-kotak dalam aliran politik dan gerakan politik dimasa-masa pergolakan sebelum peristiwa 1965. Masjid Jogokariyan bisa menjadi alat pemersatu ummat dan masyarakat bebasis kultur kampung “Jogokariyan” sehingga proses ishlah masyarakat segera berlangusng melalui masjid pasca terbebasnya masyarakat dimasa-masa Demokrasi Liberal yang berpuncak tragedi 30 September 1965.

Visi

Terwujudnya masyarakat sejahtera lahir bathin yang diridhoi Allah melalui kegiatan kemasyarakatan yang berpusat di Masjid.

Misi

  • Menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat
  • Memakmurkan kegiatan ubudiyah di Masjid
  • Menjadikan masjid sbg tempat rekreasi rohani jama’ah
  • Menjadikan masjid tempat merujuk berbagai persoalan masyarakat
  • Menjadikan masjid sebagai pesantren dan kampus masyarakat

Moto

Takmir Masjid Jogokariyan mempunyai moto pemicu, semangat dan motivasi para Pengurus, serta sebagai prinsip dan jati diri dari Takmir Masjid Jogokariyan.
Moto dari Takmir Masjid Jogokariyan adalah “Dari Masjid Membangun Umat.” 

Program Kerja Takmir

  1. Memasyarakatkan masjid dan memasjidkan masyarakat
  2. Membangun kelembagaan masjid yang profesiona ldalam karya, ikhlas dalam niat
  3. Melaksanakan tertib administrasi, efisiensi, transparansi dalam anggaran
  4. Mengembangkan seluruh potensi jama’ah bagi kemakmuran masjid dan kesejahteraan jamaah
  5. Mengembangkan Dakwah jama’ah dan jama’ahdakwah
  6. Pendekatan kesejahteraan dalam dakwah
  7. Menggarap dan membina generasi muda yang berjasad kuat, berwawasan luas, berjiwa marhamah, berprestasi, dan mandiri
  8. Membina keluarga jama’ah yang sakinah sebagai benteng ketahanan ummat
  9. Mengelola majlis-majlis ta’lim yang terencana dan terprogram untuk pemahaman Islam yang utuh dan luas, sempurna
  10. Peningkartan kualitas ibadah dari segi syar’i maupun teknis
  11. Menggali sumber dana yang optimal tanpa harus memberi beban kepada jama’ah

Struktur Pengurus Harian

No Nama BIRO
1 H.M. Muhammad Jazir, Asp Dewan Syuro  
2 H. Muhammad Fanni Rahman, SIP Dewan Syuro  
3 Drs. H. Jufri Arsyad Dewan Syuro  
4 H. M. Supriyanto, ST. Dewan Syuro  
5 drh. Dwi Agus Abadianto PH
6 Arif Nur salim PH
7 M. Syaiful Basya PH
8 Ridwan Shodiq PH
9 Eko Hidayatul Fikri PH
10 M. Rizqi Rahim  Bendahara
11 Muhammad Agus Bendahara
12 Amiruddin Hamzah Bendahara
13 M.Ikhlas                  Bendahara
14 Ismail Toha Putra Bendahara
15 Anjang Nur Rohman Bendahara
16 Muji Raharjo Bendahara

Untuk Profil lengkap masjid Jogokariyan bisa di download dengan klik tombol di bawah ini: