SETENGAH ABAD MASJID JOGOKARIYAN

“BERDAKWAH MEMBANGUN KAMPUNG INDONESIA”

Dalam rangka memperingati setengah abad berdirinya, Takmir Masjid Jogokariyan menyelenggarakan rangkaian acara yang saling sinambung sepanjang tahun 2016 sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus syiar dengan tema “Berdakwah Membangun Kampung Indonesia”.

Tema ini adalah ungkapan sederhana yang menggambarkan perjuangan para perintis dakwah di kampung Jogokariyan sejak didirikannya Masjid Jogokariyan pada September 1966. Melalui pemetaan, pelayanan, dan pemberdayaan jama’ah yang bertahap, gigih, lagi berkesinambungan, terjadilah proses transformasi sosial yang berhasil mengubah wajah Jogokariyan, dari semula sebuah kampung komunis yang LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakyat) underbouw PKI berani mementaskan kethoprak “Patine Gusti Allah” di dalamnya, menjadi sebuah kampung Islami dengan pengelolaan Masjid yang ditunjuk berbagai lembaga sebagai model nasional sehingga menjadi rujukan pembelajaran Manajemen Masjid.

Sejak didirikan sebagai sebuah bangunan bersahaja di tengah kampung yang menampung berbagai kegiatan sosial keagamaan hingga hari ini, Masjid Jogokariyan membuktikan diri sebagai sebuah institusi yang menyatukan kaum muslimin dengan pemahaman yang tak mendikotomi identitasnya sebagai seorang muslim yang hanif, warga negara Indonesia yang patriotik, sekaligus menjunjung akar budayanya sebagai orang Jawa. Hal ini dicerminkan dalam logo Masjid yang ditulis dalam tiga jenis aksara-bahasa, yakni Arab, Indonesia, dan Jawa.

Sebagai Masjid yang diwakafkan kepada Muhammadiyah namun dikhidmahkan kepada ummat Islam secara umum, Masjid Jogokariyan juga menjadi wadah kegiatan bersama bagi kaum muslimin lintas pilihan politik, ormas, harakah, pemahaman, bahkan juga menaungi berbagai paguyuban hobi dan kegiatan sosial. Seluruh jama’ah, yang muda maupun tua mampu bersinergi untuk mewujudkan dakwah yang dinamis sekaligus kokoh dalam memetakan jama’ah dan berbagai persoalannya, lalu menjawabnya secara taktis dengan pelayanan yang menyentuh berbagai aspek, serta dalam jangka panjang melakukan pemberdayaan untuk mewujudkan tagline “Dari Masjid Membangun Ummat.”

Untuk mengawali rangkaian kegiatan Setengah Abad Masjid Jogokariyan ini, pada tanggal 31 Januari 2016 insyaallah akan diselenggarakan Pembukaan dan Pengajian Akbar yang rencananya dihadiri oleh Menteri Agama RI, Drs. H. Lukman Hakim Saefuddin. Selain membuka rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga bulan September 2016, beliau juga akan meresmikan Islamic Center Masjid Jogokariyan, Rumah Tahfizh Masjid Jogokariyan, serta menyaksikan penandatangan MoU kerjasama antara Masjid Jogokariyan, Yayasan Dana Sosial Al Falah, dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam program pembangunan fasilitas air bersih.

Acara ini juga akan diisi sambutan dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwana X dan taushiyah dari Ustadz H. Muhammad Jazir, ASP selaku Ketua Dewan Syura Masjid Jogokariyan. Acara juga akan dimeriahkan oleh Haflah Tahfizh HAMAS (Himpunan Anak-anak Masjid Jogokariyan), Bregada Prajurit Jogokaryo, Komunitas Djamboel (D’Jamaah Masjid Bersepeda Onthel), Paguyuban Jemparingan Parto Jogokaryo, Drum Band SD Muhammadiyah Jogokariyan, dan Paduan Suara Jama’ah Masjid Jogokariyan.

Dapat pula disebutkan di sini bahwa di antara agenda terdekat dalam rangkaian acara Setengah Abad Masjid Jogokariyan di antaranya adalah, Talkshow Kewirausahaan bersama Valentino Dinsi (Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia) pada tanggal 7 Februari 2016 dan Tabligh Akbar bersama Ustadz KH Muhammad Arifin Ilham pada tanggal 14 Februari 2016.

Semoga dengan dibukanya rangkaian acara Setengah Abad Masjid Jogokariyan ini, kian meluas nantinya syi’ar Masjid sebagai titik tolak kebangkitan peradaban Islam di Indonesia bahkan seluruh dunia. Dengan mengharap ridha Allah dan doa restu masyarakat luas, Masjid Jogokariyan sangat berharap dapat berkontribusi positif dalam mempelopori dan bekerjasama dengan masjid-masjid lainnya untuk terus “Berdakwah Membangun Kampung Indonesia”.

  Yogyakarta, 30 Januari 2016 Ketua Panitia, Salim A Fillah